Minggu, 25 Oktober 2009

PANDANG MATA DAN SABDA NABI KITA ?

Abu Hamid Ghozali mengatakan:"Seandainya orang yahudi memberitahu bahwa makanan anda yang paling lezat tidak baik untuk perkembangan kesembuhan sakit anda, pasti anda sanggup bersabar tidak menyentuhnya, meninggalkannya dan anda memaksakan diri untuk hal itu. Lantas apakah sabda para Nabi saw yang diperkuat dengan berbagai jenis mukjizat dan firman Alloh swt dalam kitab-Nya itu pengaruhnya pada diri anda, tidak sehebat ucapan seorang yahudi yang memberi tahu anda berlandaskan praduga dan sangkaan, pun disertai akal yang terbatas dan ilmu yang tidak seberapa?. (lihat Ikhya' Ulumuddin: 4/ 442).

SUNGGUH NABI KITA BERWASIAT UNTUK MENJAGA PANDANGAN MATA

Rasulullah saw. Bersabda, "Wahai Ali, janganlah engkau ikuti pandangan yang satu dengan pandangan yang lain. Engkau hanya boleh melakukan pandangan yang pertama, sedang pandangan yang kedua adalah resiko bagimu." (HR Ahmad)


Sesungguhnya mata-mata indah nan jelita

Mampu membunuh, namun tak dapat menghidupkan korbannya

Merobohkan pemilik kecerdasan hingga tak mampu bergerak

Padahal ia makhluk Alloh yang paling rapuh susunannya


Jangan biarkan hati ini kotor berkarat bahkan mati lantaran pandangan mata yang bercun.

inilah Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah, selaku dokter syar'i yang beriman telah mendiagnosa gejala-gejala penyakit yang bisa mengakibatkan kematian hati. Dalam kesimpulannya, ia menuliskan beberapa pengaruh buruk dosa sebagai berikut:

  • Berkurangnya taufiq Alloh swt (pada pelakunya).
  • Pendapat yang menyimpang
  • Tersamarnya kebenaran
  • Rusaknya hati
  • Dangkalnya ingatan
  • Menyia-nyiakan waktu
  • Menjauhnya dari makhluk
  • Munculnya keterasingan antara hamba dengan Robbnya
  • Tidak diijabahi (dikabulkan) do'anya
  • Kekerasan hati
  • Hilangnya berkah rezeki dan usia
  • Menjauhi ilmu
  • Tertimpa kerendahan dan dihinakan musuh
  • Dada yang sempit
  • Ujian berupa teman-teman buruk yang merusak hati dan membuang-buang waktu.
  • Kegundahan dan kesedihan yang berlarut-larut
  • Kehidupan yang sempit dan buramnya hati

Semua ini lahir dari perbuatan maksiat dan kelalaian dari mengingat Alloh swt, seperti tumbuhnya tanaman dari air dan kebakaran dari api. Sedangkan, kebalikan dari hal-hal ini lahir keta'atan. (lihat Al-Fawa'id)

Selain gejala-gejala diatas, masih ada lagi penyakit yang lain seperti; tidak suka bertemu dengan Alloh swt (takut mati), takut terhadap hisab dan hukuman. Untuk masalah ini, coba anda dengarkan dengan seksama ungkapan Ibnu Jauzi. Karena boleh jadi anda tidak akan mendengar dari selain dirinya,"Jauhilah olehmu akan perbuatan-perbuatan dosa. Andaikata dosa-dosa hanya mengakibatkan perasaan benci bertemu, itu sudah cukup sebagai sanksinya. Hal terindah bagi Ya'qub melihat Yusuf kembali, sementara yang paling tidak disukai saudara-saudara Yusuf adalah bertemu dengannya lagi". (lihat AL-Latho'if: 62 Ibnu Jauzi)