
letih adalah suatu hal wajar dan pernah, bahkan hampir dialami oleh setiap orang. tak pandang status, keadaan, bahkan tempat.Ia mampu hadir dalam perasaan Raja, panglima, atau bahkan rakyat jelata.
sayangnya, bagaimana jika ia hadir di hadapan seorang pejuang, pengusung panji-panji kebenaran, apa gerangan jika seorang pejuang letih, tentara sunnah loyo dari mendan dan kancah da'wah.... aduhai bukankah syaitan tak pernah lelah dalam mengangkat panji-panji kegelepannya.
akhie... jika kita letih, maka jadikan letih ini tetap diatas rel da'wah, jika kita lelah ketahuilah bahwa setelah keletihan ada tak ada lagi kecuali kebahagiaan, dan jika kita terluka maka ketahuilah, mereka para pengusung kebatilan juga mengalaminya.
kita adalah umat yang menjadikan kebaikan sebagai tonggaknya, kita tidak mengenal kompromi diatas jalan kemunafikan, dan kita yakin diatas puncak keyakinan bahwa dien ini mulia dan hanya orang-orang memiliki kemurnian hatilah yang dapat menegakkannya.
“Maka katakanlah “beramallah kamu niscaya Allah dan RasulNya serta orang-orang beriman akan melihat amalanmu itu. Dan kamu akan dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakanNya kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. at-Taubah: 105)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar